Sabtu, 07 Februari 2015

► Fakta Ilmiah dalam Al-Qur'an | Bagian Pertama


___1001seputaragamaislam.blogspot.com___


Pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang ayat-ayat Al-Qur'an yang menjelaskan perkembangan janin di dalam rahim. Kemudian kita juga membaca hadits Nabi Muhammad S.A.W. bahwa ketika 42 hari telah berlalu, maka Allah meniupkan ruh ke dalam embrio dengan mengirimkan seorang malaikat untuk mebentuk telinga, mata, kulit, daging dan tulangnya dan kemudian dia bertanya : "Ya Tuhan, apakah anak ini dijadikan laki-laki atau seorang perempuan? "
Maka Tuhan memutuskan apa yang Dia inginkan dan malaikat mencatatnya. Jadi pada hari ke-42 atau setelah hari ke-40 barulah jenis kelaminnya dapat diidentifikasi. Dan ini telah terbukti secara ilmiah. Informasi ini baru kita ketahui di zaman modern dengan adanya mikroskop yang canggih.

Sekarang mari kita lihat komentar dari Keith Moore yang merupakan profesor dan ketua departemen anatomi di Universitas Toronto, Kanada. Dia ahli yang terkenal dalam bidang perkembangan janin dan embrio. Bukunya yang berjudul The Developing Human selama bertahun-tahun menjadi buku teks standar dalam banyak perguruan tinggi di seluruh dunia. Buku-bukunya diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Dia mempelajari ayat-ayat Al-Qur'an dan hadist Nabi Muhammad tentang perkembangan embrio manusia, dan menurutnya :

"Sampai abad ke-19 tidak ada yang tahu tahapan perkembangan manusia. Sebuah sistem tahap perkembangan embrio manusia baru dikembangkan di sekitar akhir abad ke-19 berdasarkan simbol alfabet. Dan selama abad ke-20, simbol angka digunakan untuk menggambarkan 23 tahap perkembangan embrio. Sistem penomoran tahap  ini tidak mudah dipahami, dan sistem yang lebih baik seharusnya didasarkan pada perubahan morfologi. Dalam beberapa tahun terakhir, studi Al-Qur'an mengungkapkan dasar lain untuk klasifikasi tahap embrio yang berkembang, yang didasarkan pada  perubahan bentuk yang mudah dipahami. Tahap ini menggunakan istilah yang digunakan Tuhan dan diwahyukan kepada Nabi Muhammad oleh malaikat Jibril serta dicatat dalam Al-Qur'an. Jelas bagi saya bahwa pasti ayat-ayat ini sampai kepada Muhammad dari Tuhan, karena hampir semua pengetahuan ini belum pernah ditemukan sampai beberapa abad kemudian. Semua ini membuktikan bahwa Muhammad pasti Rasul Tuhan."
(Keith Moore, The Developing Human)

Dia adalah salah satu ahli terbaik yang memeriksa ayat-ayat Al-Qur'an dan hadist. Dan dia mengatakan bahwa mustahil informasi itu diketahui oleh orang-orang yang hidup pada masa 1.400 tahun yang lalu, dan dia juga menunjukkan bahwa embriologi modern harus mengikuti sistem tahapan yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Dengan kata lain, Al-Qur'an telah menggambarkan perkembangan embrio manusia dengan begitu jelas sehingga harus menjadi standar buku teks ilmiah.

Jadi ini pernyataan yang sangat luar biasa. Keith Moore sendiri pada akhirnya menjadi seorang muslim.

Selanjutnya kita ingin membahas tentang siklus air.
Proses siklus air terjadi ketika matahari memanaskan laut sehingga airnya menguap dan terbentuklah awan. Kemudian angin membawa awan tersebut sampai pada akhirnya turunlah hujan. Mungkin kita sudah tahu bagaimana proses siklus air dan pembentukan cadangan air di bawah tanah. Tapi orang-orang zaman dahulu, misalnya pada zaman Yunani kuno, mereka tidak bisa menjelaskannya meskipun mereka ahli dalam bidang filsafat dan ilmu pengetahuan. Mereka berteori bahwa mata air bawah tanah adalah kumpulan air yang datang dari laut dan terkumpul di gua-gua. Dan kemudian air yang datang dari laut dan terkumpul di gua-gua itu meresap ke dalam tempat cadangan bawah tanah melalui jurang di dalam laut.

Bahkan baru pada abad ke-18 orang-orang mengetahui siklus air. Namun pada masa 1.400 tahun yang lalu, Al-Qur'an telah menjelaskannya pada surat Az-Zumar di ayat 21:

"Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal."  
(Q.S. Az-Zumar:21)

Ada satu fakta menarik yang disebutkan dalam surat An-Nuur Al-Qur'an ayat 40. Dan ayat itu membahas tentang orang-orang kafir. Al-Qur'an menggambarkan keadaan orang kafir sebagai berikut :

“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.” (Q.S. An-Nuur:40)

Di sini Allah berfirman bahwa orang-orang kafir yang tidak beriman kepada-Nya, adalah orang yang berada dalam kegelapan. Hidup mereka begitu membingungkan sampai-sampai mereka hampir tidak bisa melihat.

Tampaknya ayat ini terkesan sangat puitis dan kuat. Namun jika kita menelitinya dengan cermat, ada fakta ilmiah di dalam ayat ini.

Pertama-tama, Al-Qur'an menjelaskan tentang lautan yang dalam dan ombak di atas ombak. Tentu kita tahu tentang ombak yang ada di permukaan laut. Tapi apa artinya ombak di atas ombak"? Apakah ada ombak lain di dalam laut? Nah, kita akan mencari tahu.

Di kedalaman laut sebenarnya ada ombak juga dan hal ini baru ditemukan para ilmuwan zaman modern. Ini disebut dengan gelombang internal. Gelombang internal disebabkan karena air di kedalaman memiliki tekanan yang lebih tinggi daripada air di atasnya. Jadi tepat seperti penjelasan Al-Qur'an yaitu "ombak di atas ombak."

Al-Qur'an juga menjelaskan tentang orang-orang yang kehilangan cahaya sehingga mereka tidak dapat melihat. Sinar cahaya terdiri dari tujuh warna : merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu. Ketika cahaya menembus kedalaman air, maka ini dikenal dengan istilah "refraksi." Misalnya, di kedalaman 10-15 meter, air menyerap warna merah, dan saat anda menyelam lebih dalam lagi, setiap spektrum warna diserap oleh air, sehingga pada kedalaman sekitar 1.000 meter maka keadaan sudah gelap total.

Ingat apa yang Al-Qur'an firmankan : "apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya." Kegelapan ini berada di bawah gelombang internal dalam laut. Bahkan ada ikan tertentu di kedalaman tersebut yang dapat menghasilkan cahaya sendiri sehingga ikan-ikan itu bisa melihat. Ini benar-benar menakjubkan karena baru pada masa modern sekarang, orang-orang bisa menjelajahi kedalaman laut di bawah 1.000 meter. Hanya dengan mesin modern yang sangat canggih, kapal selam, dan pakaian menyelam, maka seseorang dapat turun ke kedalaman itu.

Namun Al-Qur'an 1.400 tahun yang lalu sudah menggambarkan gelombang internal lautan dan kegelapan yang ada di kedalaman lautan. Bagaimana mungkin Nabi Muhammad yang tinggal di padang pasir mengetahui informasi yang rinci tentang ilmu pengetahuan dan oseanografi?

Professor Rao yang ahli dalam biologi kelautan di Universitas King Abdul Aziz di Jeddah mengatakan :

"1.400 tahun yang lalu seorang manusia normal tidak bisa menjelaskan fenomena ini secara rinci sehingga informasi ini pasti datang dari Sesuatu yang supernatural (ghaib)."  
(Professor Rao, Ahli Biologi Kelautan)

Selanjutnya saya akan membahas ayat-ayat Al-Qur'an yang menjelaskan tentang alam semesta.

Sampai tahun 1960-an ada kontroversi besar di antara para ilmuwan mengenai keadaan alam semesta. Beberapa ilmuwan mulai mengembangkan teori bahwa alam semesta sebenarnya terus meluas. Dari teori ini, muncullah teori Big Bang. Teori Big Bang mengatakan bahwa alam semesta berawal dari singularitas. Pada awalnya, alam semesta itu sangat kecil, dari materi yang sangat padat dan bertekanan tinggi. Kemudian materi yang sangat padat dan bertekanan tinggi ini meledak dan terciptalah alam semesta.

Ada juga teori keadaan statis. Teori ini sangat disukai para ateis. Teori ini mengatakan bahwa alam semesta tetap seperti ini di masa lalu dan keadaan alam semesta takkan pernah berubah sampai kapanpun. Teori ini diyakini oleh para ilmuwan masa lalu dan juga oleh Albert Einstein. Karena Albert Einstein adalah ilmuwan terkenal, maka orang-orang juga percaya pada teori keadaan statis.

Teori keadaan statis ditentang oleh teori Big Bang yang didukung oleh Fred Hoyle dan Lemaitre. Dan pada zaman modern, bukti-bukti telah terungkap yang menunjukkan bahwa variasi dalam spektrum cahaya yang dipancarkan dari galaksi dan bintang, yang disebut "Red Shift" menunjukkan bahwa alam semesta memang semakin meluas. Dan fakta ilmiah ini telah disepakati oleh hampir semua ilmuwan. Bukti-buktinya sangat jelas dan kuat.

Sekarang kita cocokkan dengan apa yang Al-Qur'an firmankan dalam surat Adz:Dzaariyaat ayat 47 :

"Dan langit itu, Kami membuatnya dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami yang memperluasnya." (Adz-Dzaariyaat:47)

Ini luar biasa karena pada masa 1.400 tahun yang lalu, Al-Qur'an sudah menyebutkan bagaimana alam semesta berkembang.

Bukti selanjutnya adalah penemuan “radiasi latar belakang gelombang mikro kosmik” pada tahun 1964. Dan ini telah diprediksi dalam teori Big Bang sebagai hasil dari plasma panas-terionisasi pada masa awal pembentukan alam semesta, yaitu ketika pertama kali plasma panas-terionisasi tersebut menjadi dingin sehingga cukup untuk membentuk hidrogen netral dan menyebabkan ruang angkasa menjadi transparan dan ringan. Dan penemuan ini membuat kalangan fisikawan sepakat bahwa Big Bang adalah model yang paling tepat untuk mengemukakan asal dan evolusi alam semesta.

Apa yang Al-Qur'an katakan dalam surat Al-Anbiyaa' ayat 30?

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?"  (Al-Anbiyaa':30)

Para ilmuwan zaman modern yakin bahwa alam semesta berasal dari materi yang sangat padat (singularitas) dan mengarah pada terjadinya Big Bang. Al-Qur'an menunjukkan kondisi singularitas ini dengan sangat tepat. Inilah bukti bahwa Al-Qur'an memang firman Allah.

Al-Qur'an juga menyebutkan bahwa Allah berpaling ke langit saat dukhan.” Dan dukhan dalam bahasa Arab berarti asap. Ini juga dengan akurat menggambarkan massa gas panas dari alam semesta sebelum galaksi dan bintang-bintang mulai terbentuk.

Jadi 1.400 tahun yang lalu, Al-Qur'an sudah menjelaskan tentang keadaan alam semesta yang terus berkembang, berbicara tentang asal-mula alam semesta, bahwa Langit dan Bumi tadinya bersatu, berbicara tentang massa gas panas yang seperti asap.

Dan Al-Qur'an dalam Surat Al-Anbiyya ayat 30 menyebutkan bahwa setiap makhluk hidup terdiri dari air. Manusia dan hewan sekitar 70 hingga 80% terdiri dari air. Inilah fakta lainnya yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an 1.400 tahun yang lalu.

Jadi setelah membaca tentang fakta-fakta ilmiah yang ada di dalam Al-Qur’an, saya harap bagi yang muslim maka akan semakin beriman kepada Allah S.W.T.. Sedangkan bagi yang non-muslim, maka kami mengundang anda untuk menuju jalan yang benar, menuju Islam, sebuah agama yang diwahyukan untuk menuntun umat manusia menuju rahmat Allah.

Sumber : Lampu Islam
 
;